
Gambar : Mahasiswa/i Prodi Pendidikan Sejarah FKIP USI foto bersama dengan Dosen dan Pengelola Museum Toba, (6 Februari 2026)
Samosir, 06 Februari 2025 – Wilayah Batak Toba tidak hanya dikenal karena keindahan alamnya, tetapi juga menyimpan jejak kehidupan manusia sejak Zaman Batu. Para peneliti menemukan berbagai bukti arkeologis yang menunjukkan bahwa kawasan sekitar Danau Toba telah dihuni manusia sejak ribuan tahun lalu. Jumat, 06/02/2026 mahasiswa Prodi Pendidikan sejarah FKIP USI kembali mengadakan kegiatan rutin tahunan dengan nama program Grebek Museum dan Sejarah (GEMES) Part IV di daerah Pulau Samosir, ada pun kegiatan ini di Ketuai oleh Jan Saragih dari Semester 4 dan didukung oleh Ketua HMPS Prodi Jonatan Sijabat. Bapak Andres M. Ginting, M.Pd selaku Ka. Prodi Pendidikan Sejarah FKIP USI sangat mendukung program tahunan ini, “Program GEMES merupakan program tahunan untuk mahasiswa dan dosen di lingkungan Prodi Pendidikan Sejarah FKIP USI, program ini sangat bagus sekali untuk menelusuri jejak-jejak peninggalan sejarah dan budaya apalagi kunjungan tahun ini ke Pulau Samosir”ujar Ka. Prodi Andres M. Ginting, M.Pd.
Di sekitar Danau Toba, ditemukan alat-alat batu yang diperkirakan berasal dari masa Megalhitikum (Zaman Batu Besar). Pada masa ini, manusia hidup di Pulau Samosir sudah berkembang dengan aliran kepercayaan Animisme dan Dinamisme. Perjalanan pertama di pusatkan ke Huta Sipalakka Siallagan dengan objek wisata Animisme yang merupakan salah satu lokasi yang masih menyimpan batu-batu yang di percaya sebagai kepercayaan Animisme. Pak Siallagan yang merupakan pengelola Sipalakka mengatakan “kunjungan mahasiswa dari USI merupakan langkah besar untuk memperkenalkan budaya asli Batak, apalagi mahasiswa USI ini semua jurusan nya Sejarah sangat pas kali itu untuk mempromosikan budaya kita” ujarnya. Ketua HMPS Jonatan Sijabat merasa sangat kagum atas peninggalan yang ada di Museum Huta Sipalakka “aku beruntung bisa datang dan melihat langsung sejarah dan budaya di Huta Sipalakka ini” sambung nya sambil menutup acara di Huta Sipalakka.
Perjalanan di lanjutkan ke Museum Toba yang berada di Pasar Tomok, Samosir. Para mahasiswa yang didampingi oleh Dosen Prodi Pendidikan Sejarah FKIP USI bapak Satria Chandra, M.Pd sangat antusias dalam mendampingi mahasiswa untuk melihat langsung dilapangan tentang sejarah dan budaya Batak “ saya sebagai Dosen juga bertanggung jawab untuk memperkenalkan sejarah dan budaya di Indonesia khusus nya untuk batak dulu kepada generasi penerus bangsa ini” kata nya sambil memperhatikan isi dari Museum Toba. Terlihat setelah mengunjungi Museum Toba para mahaiswa/i berbelanja di Pasar Tomok sebagai oleh-oleh dan cenderamata untuk di bawa pulang, ini merupakan implementasi keberlanjutan UMKM produk lokal. Setelah puas berbelanja para mahasiswa/i prodi pendidikan sejarah menikmati buah durian khas Pulau Samosir dengan harga murah sehingga para mahasiswa/i membeli dan memakan nya dengan lahap, “ayok deekk, 10 ribu aja 1 buah beli banyak ku kasih bonus” kata pedagang durian yang bermarga silalahi.
Setelah puas melahap durian di Tomok para mahasiswa/i melanjutkan perjalanannya ke Museum Simanindo, sesampai di Museum para mahasiswa/i disambut oleh pengelola Museum Simanindo yang merupakan adik dari tokoh terkenal yaitu Otto Hasibuan. Dalam sambutan nya ibu Hasibuan mengatakan “Jasmerah, jangan lah sekali-kali meninggalkan sejarah, jadi Museum ini akan di pakai buat syuting film Agak Laen dan sudah pernah museum ini menjadi tempat syuting dari beberapa film terkenal”ucapnya sambil foto bersama di Museum Simanindo.
Setelah puas mengunjungi Museum yang ada di Pulau Samosir para mahasiswa/i menikmati sore hari di Pantai Bebas Parapat sembari menunggu matahari terbenam dan pulang kerumah masing-masing.
By : SC